Setiap pebisnis dimanapun pasti ingin meningkatkan volume penjualan / hasil pendapatannya menjadi lebih besar , dan hal yang lazim dilakukan adalah dengan menambah / mencari customer baru untuk memperoleh keuntungan. Namun pernahkan anda terpikir bahwa keuntungan yang diperoleh tersebut sudah termasuk biaya - biaya yang harus dikeluarkan setiap ada penjualan baru.
Sebagai ilustrasi, Anda pemilik usaha roti burger, katakanlah biaya yang diperlukan untuk membuat 1(satu) roti burger ayam dijual dengan harga Rp 50,000, ini sudah termasuk biaya bahan untuk membuat makanan, biaya karyawan, dan biaya sewa , dlsb. Jika anda menjual dengan harga Rp 30,000 (tanpa memperhitungkan biaya - biaya extra), maka anda akan selalu menjual rugi, tidak peduli berapa banyak anda jual dalam sehari, Anda tetap RUGI.
Ilustrasi diatas menunjukkan bahwa, meskipun anda menjual Rp 50,000 saja, itu masih belum merupakan keuntungan bersih anda. Jadi Anda wajib menjual diatas Rp 50,000. Namun yang menjadi pertanyaan-nya adalah, apakah anda selalu menunggu satu per satu customer datang dan membeli burger Anda ? Tentu tidak, untuk itulah diperlukan “Penjualan Terselubung” ?
. Contoh nyata yang dapat di temukan dalam kehidupan anda sehari - hari adalah dengan mengunjungi resto yang mempunyai logo “M” besar berwarna kuning menyala.
Saat Anda berada di depan Counter, petugas pasti menanyakan,
Petugas : “Mau pesan apa Mbak / Mas ?”
Anda : “Paket A satu ya”
Petugas : “Itu saja ? Mau tambah ice-cream nya, atau sup ?“
Anda : “Ya, boleh juga , kasih ice-cream rasa vanilla satu”
Petugas : “Itu saja Mbak/Mas,ok . . . total semuanya Rp xxxxxx“.
Nah. . . sekilas kelihatan tidak ada hal yang luar biasa , tapi tahukah Anda bahwa “Penjualan Terselubung” sudah terjadi pada saat anda yang niat awalnya hanya ingin membeli “Paket A” kemudian mau menambah “Ice Cream Vanilla“. Hanya dengan modal “bertanya” oleh petugas kepada Anda, penjualan resto juga bertambah.
Hal ini bisa diterapkan dan disesuikan dengan kebutuhan bisnis dimanapun Anda berada. Kelanjutan taktik terselubung lainnya akan di bahas di topik berikutnya, “Taktik Penjualan Terselubung - Bagian 2″.
Apa tanggapan Anda tentang Taktik ini ??? Silakan memberikan ide / komentar di bagian “Leave a Reply” . . .




















August 1st, 2008 at 11:23 am
Baru tahu saya kalau itu merupakan “taktik penjualan terselubung”
Tapi menurut saya ini lebih baik/sopan daripada mengganti uang kembalian dengan permen.
August 2nd, 2008 at 7:35 pm
itu bukan penjualan terselubung mas… tapi namanya UP-SELLING alias “kalo bisa jual yang lain juga”..
dunia bisnis harus selalu upsale, kalo nggak, mana bisa maju? apa kata duniaaaa???
August 2nd, 2008 at 7:55 pm
@mas hengky
Klo upsell kan hrs jual dgn produk yg lebih mahal.. ya toh ? itu mksd upsell kaan ? mgkn lebih tepatnya “penjualan terselebung” itu disebut cross-sell…
heheheh… yap sngt butuh sekali upsell,cross-sell, bahkan down-sell
October 25th, 2008 at 6:57 am
sip..jadi nambah pengetahuan nih..kesannya remeh tapi kala di jalankan terus menerus akan nambah omzet juga ya..
October 25th, 2008 at 1:28 pm
@Danang
Semoga bermanfaat buat km dan yg lainnya jg. Thx